Mengapa Minyak Atsiri Mahal?

                Minyak atsiri atau yang sering disebut juga sebagai minyak aromatik merupakan minyak yang mudah menguap dan mudah menyebar dalam sebuah ruangan, sehingga minyak aromatik kerap kali dijadikan sebagai aroma terapi atau pengharum. Aromanya yang khas akan membuat siapapun yang menghirup aromanya akan merasa rileks dan juga nyaman. Belakangan ini banyak yang membicarakan harga minyak aromatik yang sangat mahal, tidak hanya harga di Indonesia saja namun juga harga di luar negeri.

Bahkan ada minyak aromatik yang dijual jutaan hingga ratusan juta rupiah untuk satu liternya. Sebenarnya harga yang mahal tersebut tergantung dari jenis minyak nya sendiri, berasal dari tanaman apa. Semakin sulit tanaman tersebut ditemukan, semakin sulit proses pembuatan minyak aromatik, maka akan semakin mahal harga minyak aromatik tersebut per liternya. Karena harga yang sangat mahal, bahkan beberapa minyak aromatik dijual per-mL, bukan per liter lagi.

pexels.com

Minyak atsiri paling populer

                Diantara sekian banyak jenis minyak aromatik, ada beberapa minyak aromatik yang termasuk dalam kategori 5 minyak paling banyak dicari di pasar internasional. Karena peminatnya yang tinggi, tak jarang beberapa jenis minyak aromatik tersebut dipatok dengan harga yang tinggi pula. Penasaran minyak apa sajakah itu? Berikut adalah list nya:

  1. Lavender

Lavender bukan hanya bunga yang cantik saja namun bunga lavender juga sangat harum. Apalagi bila bunga lavender diproses hingga didapatkan minyak aromatiknya. Minyak dari bunga lavender merupakan salah satu minyak aromatik yang banyak dicari oleh masyarakat, bukan hanya karena aromanya yang harum, namun juga karena manfaat dari lavender tersebut. Minyak aromatik dari bunga lavender bermanfaat untuk membantu mengatasi alergi, membantu meredakan mual dan juga pusing. Diluar manfaatnya tersebut, minyak dari bunga lavender juga kerap kali digunakan sebagai pengharum ruangan.

  • Lemon

Minyak aromatik dari buah lemon diambil dari bagian kulitnya. Hampir mirip dengan minyak dari bunga lavender, minyak yang berasal dari lemon juga bisa membantu mengobati rasa mual dan juga bisa memperkuat daya tahan tubuh. Tidak hanya itu saja, bahkan beberapa wanita menggunakan minyak dari lemon sebagai salah satu terapi kecantikan untuk mengatasi kulit berminyak dan juga jerawat membandel di wajah. Karena aromanya yang kuat, minyak dari lemon ini seringkali digunakan dalam campuran untuk produk pengharum ruangan dan juga pengharum mobil.

pexels.com
  • Cinnamon/ Kayu manis

Untuk mendapatkan minyak atsiri kayu manis, kulit pohon kayu manis harus disuling terlebih dahulu. Sebenarnya di Indonesia anda bisa dengan mudah menjumpai pohon kayu manis dan harganya pun cukup murah. Namun ketika kayu manis tersebut sudah diolah menjadi minyak aromatik, maka harganya dapat melambung tinggi. Manfaat yang bisa anda dapatkan ketika menggunakan minyak ini adalah bisa membantu untuk meningkatkan tekanan darah dan mengurangi kembung di perut.

  • Cajeput/ Kayu putih

Sama seperti minyak aromatik dari kayu manis, bagian yang digunakan untuk mendapatkan minyak aromatik dari kayu putih adalah bagian kulit tanamannya. Dengan pengolahan menggunakan penyulingan yang tepat, maka harga dari minyak aromatik kayu putih bisa meningkat dengan tajam. Beberapa manfaat dari minyak ini adalah untuk membantu meredakan pusing, membantu mengobati masuk angin dan juga membantu meredakan gejala flu. Karena aromanya, minyak dari kayu putih seringkali digunakan sebagai minyak terapi untuk membuat tubuh merasa rileks.

  • Sereh

Sudah diketahui sejak lama bila sereh memiliki sifat sebagai anti mikroba, bahkan sereh sering digunakan sebagai salah satu bahan dasar untuk membuat lotion anti nyamuk. Aromanya yang khas dari sereh pun membuat sereh sering dijadikan bahan baku untuk membuat minyak atsiri. Tidak hanya dapat mengusir nyamuk, minyak aromatik dari sereh bisa membantu mengurangi radang dan juga nyeri yang ada di kulit.

Tertarik membeli salah satu dari 5 minyak aromatik di atas? Jika ya, maka siapkan saja dana yang tidak sedikit bila anda ingin membeli dalam jumlah banyak.

pexels.com

Penyebab mahalnya harga minyak aromatik

                Di Indonesia, proses pengolahan minyak aromatik tidak semodern di negara lain yang bahkan sudah menggunakan mesin kemasan otomatis. Proses yang sulit memang menjadi salah satu penyebab mahalnya harga minyak aromatik di Indonesia. Namun selain itu, ada beberapa penyebab lainnya, seperti misalnya bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat minyak aromatik. Misalnya saja untuk mendapatkan 1 kg minyak aromatik dari tanaman nilam, anda membutuhkan 50 kg bahan baku. Jadi rasanya tidak mengherankan apabila harga minyak atsiri begitu mahal. Untuk lebih detailnya, berikut penjelasannya:

  • Bahan baku

Bahan baku yang digunakan untuk membuat minyak aromatik bisa berasal dari berbagai bagian tanaman, sebut saja akar, kulit, batang, daun, bunga, biji dan bahkan buahnya. Minyak yang berasal dari akar tanaman biasanya memiliki harga yang mahal karena minyak tersebut termasuk minyak yang langka, misalnya saja minyak vetiver yang hanya dihasilkan di Indonesia dan juga Tahiti. Biasanya minyak atsiri yang mahal berasal dari bunga-bungaan dan juga kayu-kayuan. Sebut saja minyak mawar, minyak melati, minyak gaharu dan minyak cananga yang harganya mencapai ratusan juta rupiah per kg nya.

  • Rendemen

Seperti yang sempat disinggung di atas, untuk mendapatkan 1 kg minyak nilam dibutuhkan 50 kg bahan baku. Rendemen yang terlalu sedikit membuat harga minyak atsiri melambung tinggi. Semakin tinggi rendemen yang dihasilkan, artinya semakin banyak pula minyak yang dihasilkan. Untuk mendapatkan rendemen, caranya adalah total minyak yang didapatkan dibagi dengan total bahan baku yang digunakan. Ada beberapa jenis minyak aromatik yang menghasilkan <1% minyak, bahkan di bawah 0,1%. Bisa anda bayangkan betapa mahalnya harga minyak aromatik tersebut?

pexels.com
  • Mesin dan tenaga kerja

Bahan baku memang menjadi bagian utama untuk menghasilkan minyak aromatik, namun tanpa adanya mesin dan juga tenaga kerja yang mampu mengoperasikannya, maka tidak ada gunanya sebanyak apapun bahan baku yang anda miliki bila tidak bisa diolah. Untuk mendapatkan minyak aromatik, ada beberapa cara yang bisa digunakan, yang pertama adalah metode uap langsung, water distillation dan juga water steam. Setiap bahan baku menggunakan metode yang berbeda-beda. Setiap metode tersebut membutuhkan tenaga kerja yang mumpuni, karena tidak semua orang bisa melakukannya. Tidak hanya itu saja, harga satu buah mesin untuk mengolah minyak aromatik saja bisa dibandrol hingga ratusan juta rupiah tergantung dari kapasitas mesin tersebut.

                Karena itulah, setelah anda mengetahui apa saja faktor yang menyebabkan harga minyak aromatik yang mahal, jangan pernah protes lagi kenapa harganya sangat mahal. Malah bisa dibilang bila harga yang mahal tersebut masih terbilang normal. Ada harga, anda kualitas. Apabila anda menemukan harga minyak aromatik yang dijual murah padahal harga pasarannya mahal, maka bisa dipastikan bila minyak aromatik tersebut sudah dicampur dengan bahan lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *